Logo
Loading...

Artikel Kesehatan 1

Bagikan Halaman Ini

Pengaruh Relaksasi Autogenik Terhadap Tingkat Stres

Pasien Resiko Perilaku Kekerasan

Gambar Artikel

Relaksasi stres adalah teknik untuk mengurangi atau menghilangkan stres melalui berbagai cara, seperti pernapasan dalam, meditasi, yoga, atau terapi musik. Teknik-teknik ini membantu menenangkan pikiran dan tubuh, mengurangi ketegangan, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Relaksasi autogenik dapat membantu menurunkan tingkat stres pada pasien yang berisiko perilaku kekerasan. Relaksasi autogenik adalah teknik relaksasi yang melibatkan sugesti diri dan imajinasi untuk menciptakan sensasi kehangatan dan berat di berbagai bagian tubuh, yang pada akhirnya dapat mengurangi ketegangan fisik dan mental.

Perilaku kekerasan menempati urutan teratas, berdasarkan laporan bulanan Griya Flamboyan Jiwa hampir lebih dari 50 persen di bulan Januari s/d Mei 2025 dari seluruh pasien di Rumah Sakit Jiwa & Ketergantungan Obat Engku Haji Daud Tanjung Uban. Perilaku kekerasan merupakan alasan utama pasien skizofrenia dibawa ke Rumah Sakit. Dampak dari perilaku kekerasan dapat menyebabkan cedera pada pasien, orang lain dan lingkungan sekitar. Perilaku kekerasan cenderung mengalami pengulangan. Pasien yang pernah melakukan perilaku kekerasan dapat mempunyai diagnosis keperawatan resiko Perilaku Kekerasan. Perilaku kekerasan akan mengalami pengulangan jika stressor eksternal masih ada dan kemampuan koping belum adaptif. Oleh karena itu, perlu adanya manajemen terhadap stres yang dialami. Stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan berulangnya perilaku kekerasan. Salah satu manajemen stres yang dapat dilakukan adalah relaksasi autogenik. Tujuan praktik relaksasi autogenik ini adalah menekankan sugesti pada diri sendiri untuk lebih tenang, ringan, dan hangat sehingga tubuh menjadi rileks.

  • Relaksasi Autogenik : Teknik ini melibatkan imajinasi visual dan kesadaran tubuh untuk menurunkan stres. Pasien diminta untuk memfokuskan pikiran pada sensasi fisik tertentu, seperti berat dan hangat di anggota tubuh, dan mengulang kata-kata sugesti yang dapat membantu rileksasi
  • Stres pada Pasien Risiko Kekerasan : Pasien dengan risiko perilaku kekerasan seringkali mengalami stres yang tinggi karena berbagai faktor, termasuk kondisi mental, pengalaman traumatik, dan lingkungan sekitar.
  • Pengaruh Relaksasi Autogenik : Latihan relaksasi autogenik dapat membantu pasien mengontrol respons fisiologis terhadap stres, mengurangi ketegangan otot, dan meningkatkan rasa rileks. 
  • Manfaat Relaksasi Autogenik : Selain mengurangi stres, relaksasi autogenik juga dapat meningkatkan kualitas tidur, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan ketahanan terhadap stres. 
  • Peran dalam Pengobatan : Relaksasi autogenik dapat menjadi bagian dari terapi non-farmakologi untuk mengurangi gejala stres dan risiko perilaku kekerasan pada pasien. 
  • Kesimpulan : Relaksasi autogenik merupakan teknik yang efektif dalam membantu pasien dengan risiko perilaku kekerasan untuk mengelola stres. Dengan latihan reguler, pasien dapat belajar mengontrol respons fisiologis terhadap stres, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi risiko perilaku kekerasan.

Artikel Kesehatan >